BOALEMODAERAH

Momentum Hari Patriotik, Bupati Sherman: Ini Menjadi Catatan Sejarah Yang Harus Dilestarikan

BOALEMO, goinfo.id Hari Patriotik 23 Januari 1942 ini dimana Pahlawan Nani Wartabone, mengibarkan Bendera Merah Putih diseantero Provinsi Gorontalo, yang manandakan Kemerdekaan Gorontalo 3 tahun sebelum Negara Republik Indonesia merdeka.

Untuk memperingati Hari Bersejarah Gorontalo ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Bolemo, menggelar Upacara untuk memperingati Hari Kemerdekaan Gorontalo yang ke-82.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Boalemo, tersebut dirangkaikan dengan hari Karawo tingkat Kabupaten Boalemo.

Pada 23 Januari 1942 menjadi potret Nasionalisme dan patriotik untuk Gorontalo. Tidak heran lagi jikan peristiwa itu membuat Gorontalo diingat sebagai Daerah yang merebut Kemerdekaan dan kebebasan dari para penjajah sebelum Indonesia Merdeka.

Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Boalemo, Dr. H. Sherman Moridu, S.Pd., MM., saat mengawali sambutannya.

“Peristiwa heroik dalam mengusir penjajah di Bumi Gorontalo, menjadi catatan sejarah yang harus kita lestarikan, kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, dimulai dari Gorontalo pada tanggal 23 Januari 1942 dapat kami pinjam istilah ‘Merdeka Sebelum Merdeka’ slogan ini selamanya menjadi pemicu bagi seluruh anak bangsa terutama di Gorontalo,”ungkapnya.

Tak hanya itu, dirinya mengatakan dimomentum 23 Januari ini semangat juang Pahlawan Nasional, Nani Wartabone untuk membangun Boalemo, yang kita cintai.

“Dengan semangat hari Patriotik, mari kita jaga Kabupaten Boalemo, mari kita implementasikan semangat pantang menyerah, semangat untuk peduli, semangat untuk menjaga dan mencintai Kabupten Boalemo. Semangat kepedulian dan pantang menyerah dari Pahlawan Nasional Nani Wartabone mari terus kita gerakan salah satunya semnagat kepedulian yang harus kita dorong yaitu gotong royong”harap Bupati Sherman.

Terakhir Bupati Sherman Moridu menuturkan dalam memaknai hari patriotik yang ke-82 haruslah merefleksikan Nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang mempersatukn Indonesia, bahwa kemajemukan harus dikreasikan sebagai sumbu yang menerangi keutuhan bangsa dan negara. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button