ADVETORIALBOALEMO

Simpan Batu, Inovasi Baru Yang Akan Diluncurkan Dinkes Boalemo

BOALEMO, Goinfo.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo menggelar Sosialisasi Inovasi Pemantauan Menelan Obat Berbasis Digital, Melalui Aplikasi, Jum’at (07/10/2022).

Diketahui kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo mengusung tema “Sistem Informasi Mobile Pemantauan Menelan Obat TBC” (Simpan Batu).

Simpan Batu Ini merupakan Inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, yang kedua setelah Inovasi  Gerbang Sakinah. Inti dari Simpan Batu pemantauan obat secara digital, memang ini merupakan Inovasi sederhana akan tetapi kelebihannya kita bisa mengakses atau memantau langsung ke masyarakat.

Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Hj. Sutriyani Lumula, SST, M.Kes., pada saat memberikan sambutannya.

“Kita akan melakukan pemantauan langsung kepada masyarakat, kita akan memastikan mereka yang didiagnosa TBC ini akan rutin mengonsumsi obat berlangsung secara mentenens samapi kejar waktu yang telah ditetapkan oleh Dokter,”jelasnya.

Kata Kadis Sutri, pihaknya memakai aplikasi yang sangat sederhana ini untuk melihat proses pasien apakah benar-benar telah mengonsumsi obat.

“”Aplikasi ini kami pakai untuk melihat proses bahwa pasien TBC ini benar-benar telah mengonsumsi obat sesuai dengan resep yang telah diberikan dokter dan juga teratur, melalui aplikasi ini petugas kesehatan benar-benar melihat dan memastikan obat ini ditelan, hal ini kami buat dikarenakan kami telah mempunyai pengalaman sehingga membuat angka kesembuhan Kabupaten Boalemo menurun,”ungkap Ses Sutri.

“Agar pengobatan pasien yang mempunyai TBC ini sembuh dengan total, kita memakai alat Komunikasi digital yang semakin janggih. Ini merupakan peluang sehingga kita mengambil kesempatan ini agar kami tidak semakin ketinggalan untuk memanfaatkan digitalisasi yang hanya sederhana sehingga semua yang kita obati akan bisa kita pantau bersama,” sambungnya.

Terakhir dirinya membeberkan saat ini Kabupaten Boalemo memiliki 7 Pasien yang restitensi obat.

“Saat ini kita memiliki 7 pasien yang restitensi Obat, yang 7 orang ini jika dalam 1 rumah terdapat 1 pasien yang restitensi obat itu bisa menyebar keseluruh orang yang tinggal dirumah itu, belum lagi mereka beraktivitas dan berinteraksi dengan tetangga pastinya ini akan tertular. Ini yang akan kita putuskan mata rantainya, jika matarantainya ini putus kita akan menuju Kabupaten Boalemo Eliminasi TB,”tutur Kadinkes Berpresi itu. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button