BOALEMODAERAH

Di Desa Limbato, Diduga Ada Mahyani Tak Layak Huni

BOALEMO, Goinfo.id — Sebagian warga Desa Limbato, Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, mengaku kecewa dengan pembangunan fisik Rumah Layak Huni (Mahyani) yang merupakan program pemerintah desa dan bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2021.

Pasalnya, pembangunan fisik yang disebut sebagai bantuan rumah layak huni itu, tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat, banyak masyarakat menilai, pembangunan mahyani tersebut tidak sesuai dengan Rumah Layak Huni yang selayaknya disebut MAHYANI.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media inu, pembangunan rumah yang masih dalam proses pembangunan tersebut bersumber dari Dana Desa yang diketahui berjumlah kurang lebih Rp. 35.000.000 dalam 1 unit rumah yang berukuran 4×5 m². Bahkan mirisnya lagi, rumah bantuan tersebut tidak memiliki kamar tidur, Lantai plester (mesel), dan Atap plafon.

Kepada media ini, salah satu warga  yang tidak ingin di sebutkan namanya dan juga merupakan keluarga dari penerima bantuan tersebut mengatakan, ukuran bangunan tersebut yang mereka ketahui adalah 5×6 m², namun ukuran yang dibangun hanya 4×5 m².

“Kita ini terus terang kecewa, kita tau ini ukuran 5×6 m², bahkan tukang bangungan sudah mulai bekerja dan menggali pondasi dengan ukuran 5×6 m², tapi pada akhirnya ukuran tersebut berubah menjadi 4×5 m²,” Ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, bangunan dengan anggaran yang jumlahnya kurang lebih Rp. 35.000.000 tersebut hanya seperti warung, karena tidak memiliki kamar tidur.

“Itu tidak sesuai spech bangunan dengan anggaran demikian, bahkan besi yang digunakan hanya besi dengan ukuran 8 mm,” Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Limbato Ismail Nihe saat dihubungi mengaku kecewa dengan pembangunan Mahyani itu. Bahkan dirinya menyebutkan itu bukan rumah Layak Huni tapi Kios Layak Huni.

“Saya yang bilang itu kependamping desa. Saya minta dirubah namun menurut mereka tidak bisa karena anggarannya sedikit,” Ungkap Ismail.

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, dirinya malah meminta untuk menghubungi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Proyek pembangunan Mahyani tersebut.

“Saya tidak pegang RAB. Hubungi saja TPK. Saya hubungi mereka tapi tidak diangkat,” Ujarnya.

Disisi lain, ketua TPK Agri Limalo berdalih, pekerjaan Mahyani itu sudah sesuai dengan RAB. Namun saat diminta untuk menunjukan RAB, pihaknya bersikeras tidak ingin memperlihatkan dengan alasan yang tidak jelas.

“Tidak bisa (memperlihatkan RAB), nanti ba cerita dengan yang buat peraturan (Nanti bicara dengan yang buat peraturan), Sekarang dasar mau lihat RAB apa ?. Kalau cuma gambar saya perlihatkan namun kalau anggarannya tidak boleh,” Tegas Agri.

“Kami juga prihatin sehingga yang tadinya kamar mandi didalam kami buat kebijakan dipindahkan keluar,” Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, diketahui terdapat 3 Unit Mahyani serupa yang telah dianggarkan dari Dana Desa Limbato tahun anggaran 2021.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Maaf anda tidak diperkenankan mengambil sebagian atau keseluruhan konten ini.

Konten ini milik goinfo.id