ADVETORIALBOALEMODAERAHKESEHATAN

Kadinkes Boalemo Harap Estafet IBI Akan Mampu Menciptakan Karya Nyata

BOALEMO, Goinfo.id — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Boalemo gelar Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-IV, bertempat di Grand Amalia Hotel, Boalemo, (Kamis,15/07/2021).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt.Bupati Anas Jusuf, Sekretari Daerah Sherman Moridu, Ketua DPRD Karyawan Eka Putra Noho, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Sutriyanti Lumula, serta para bidan yang juga peserta Muscab IBI Ke-IV Kabupaten Boalemo.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan, Sutriyanti Lumula menyampaikan, IBI merupakan organisasi profesi yang merupakan wadah para bidan dalam mencapai tujuan melalui kebijakan peningkatan profesionalisme untuk menjamin pelayanan yang lebih baik kepada seluruh masyarakat.

“IBI juga merupakan mitra dari pemerintah daerah dalam rangkaian percepatan penurunan angka kematian bayi, angka kematian ibu, dan angka kematian balita di kabupaten Boalemo,” Ujarnya.

Sutri menjelaskan, Visi dari IBI adalah mewujudkan bidang profesional yang berstandar global dengan komitmen ibu sehat, anak sehat, bidan kuat dan bangsa selamat.

Tak hanya itu, Sutriyanti Membeberkan, IBI merupakan Organisasi yang berdiri pada tanggal 24 Juni Tahun 1951, dan menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) ditingkat pusat pada tahun berdiri yaitu tahun 1951, serta bergabung dengan International Confederation Of Midwives (ICM) pada Tahun 1956, Organisasi BKOB Gorontalo, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Boalemo.

“Organisasi ini adalah salah satu organisasi terbesar yang tergabung dalam organisasi dalam negeri maupun luar negeri,” Beber Ketua IBI 2 Periode Kabupaten Boalemo itu.

Dirinya melanjutkan, Bidan yang ada di Kabupaten Boalemo berjumlah 209 orang yang tersebar di berbagai macam fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, Rumah Sakit, maupun di Dinas Kesehatan.

“Didalam perjalanannya, IBI ini selalu kondusif didalam menyikapi seluruh isu, baik itu isu global, maupun isi daerah,” Tambahnya.

Tak hanya itu, Sutriyanti mengatakan, Organisasi IBI merupakan salah satu organisasi yang kurang memberikan kritikan pedas terhadap pemerintah daerah.

“Ini terjadi karena ada keegoan dari kita semua,” Ungkapnya.

Sutriyanti menegaskan, kedepan tantangan IBI akan sangat berat, karena berupaya semaksimal mungkin dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta mampu menjadi mitra dari pemerintah daerah untuk memajukan Daerah ini.

“Ini adalah tantangan kita semua, kita tetap berpegang pada filosofi kebidanan, yaitu memberi pelayanan yang prima, berkualitas, dan tetap mempertahankan keamanan ibu, bayi dan keselamatan bidan,” Tegasnya.

Terakhir, Sutriyanti berharap, estafet dari organisasi IBI akan jadi lebih baik dan mampu menciptakan karya nyata, bukan karya kata. (Kif)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button