PENDIDIKAN

Bung Karno dan Kawan-kawan Revolusi

Goingo.id Bung Karno dipotret oleh Henri Cartier-Bresson, fotografer asal Perancis, di samping lukisan Kawan-kawan Revolusi karya Sindudarsono Sudjojono, pada tahun 1949.

Lukisan Kawan-kawan Revolusi merupakan lukisan dokumentasi masa revolusi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lukisan yang dilatari oleh sikap heroiknya seorang pejuang bernama Bung Dullah.

Bung Dullah lalu diselipkan dalam lukisan ini di antara 19 wajah yang lain. Di bagian atas lukisan, Sudjojono menulis, “membawa kami ke satoe rumah, ke satoe rumah, ke satoe langit, ke satoe repolusi. Repolusi ini ialah repolusi Indonesia.”

“Lukisan itu jadi dalam sehari,” kata Tedjabayu, anak sulung Sudjojono, yang juga menjadi salah satu model lukisan saat dirinya masih bocah. Lukisan Kawan-kawan Revolusi dibuat oleh Sindudarsono Sudjojono, pada tahun 1947.

Lukisan dengan media cat minyak di atas canvas ukuran 95cm X 149 cm tersebut dibeli Bung Karno pada saat pameran Lukisan Seniman Indonesia Muda (SIM) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 25 Mei 1947 dengan cara menghutang, dan baru terbayar dua tahun kemudian.

Pada tahun 1960-an, lukisan karya Bapak Seni Lukis Indonesia Modern ini dijadikan sampul buku Di Bawah Bendera Revolusi Jilid II, berisi 20 buah pidato Bung Karno mengenai 17 Agustus.

Bung Karno dipotret oleh J Baylor Roberts untuk majalah National Geographic dengan latar belakang lukisan Kawan-kawan Revolusi, pada tahun 1955.

Buku Di Bawah Bendera Revolusi (DBR) Jilid II menghimpun pidato Bung Karno setiap tanggal 17 Agustus sejak 1945 s.d 1966. Salah satu isinya adalah “Semangat Proklamasi” yang meliputi semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dan dengan mengesampingkan segala kepentingan diri sendiri. (Pidato Bung Karno di hari Kemerdekaan 17 Agustus 1950)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button