DAERAHKESEHATAN

Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Boalemo Gelar Apel Tiga Pilar

GORONTALO, Boalemo, Goinfo.id — Dalam rangka menyatukan persepsi dan langkah tentang peningkatan disiplin serta penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19, Polres Boalemo melaksanakan Kegiatan Apel Tiga Pilar (Babinsa, bhabinkabtibmas,Kades) pada Kamis (17/09/2020) bertempat di lapangan Pelti Modelomo.

Saat ditemui awak media setelah pelaksanaan acara Apel Tiga pilar, Kapolres Boalemo, AKBP. Ahmad Pardomuan,SIK. Menyampaikan Tujuan dilaksanakan acara  Apel Tiga pilar ini untuk pencegahan penyebaran Virus Corona

“Apel Tiga Pilar ini bertujuan untuk menyamakan presepsi antara Bhabinkabtibmas, Babinsa, dan kepala desa dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Boalemo serta upaya dalam menyamakan presepsi untuk tindakan pendisiplinan protokol kesehatan” Kata Kapolres Boalemo.

Kapolres Ahmad Pardomuan juga menghimbau kepada seluruh element baik Masyarakat,TNI/Polri, Pemerintah Daerah untuk patuh dan taat terhadap Protokol Kesehatan

“Kami menghimbau kepada masyarakat dan seluruhnya, baik dari TNI, Polri maupun dari Pemerintah Daerah, untuk patuh dan taat  serta menggunakan masker sesuai dengan protokol kesehatan karena hal ini bisa memutus mata rantai penyebaran Virus Corona” Ungkap Kapolres Ahmad Pardomuan.

“Untuk penggunaan masker ini Pemerintah, TNI, Polri, Dinas-dinas, DPR  serta stek holder lainnya seperti perbankan dan lain-lain sudah melakukan dan membagi-bagikan masker kepada masyarakat seluruhnya mulai dari awal terjadinya PSBB yang pertama” Lanjutnya.

Tak hanya itu Kapolres Boalemo, AKBP.Ahmad Pardomuan,SIK menjelaskan denda bagi pelanggar protokol kesehatan yang sudah beredar akhir-akhir ini.

“Masyarakat jangan terbawa dengan suatu aturan yang tidak jelas, artinya menjabarkan suatu aturan itu tidak perlu terlalu kaku, saya telah menyampaikan bahwa kita memperhatikan kearifan lokal yang ada disini contohnya masyarakat tukang bentor yang hanya memiliki pendapatan 50.000 dan diminta denda 150.000 bisa jadi si tukang bentor tersebut tidak bisa membeli makanan untu dimakan” Tuturnya. (Goinfo/01)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button